JOMBANG – Sebanyak ratusan siswa kelas 9 MTsN 5 Jombang baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan edukasi luar kelas (outing class) di Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Januari 2026, ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa mengenai sejarah, geologi, dan budaya Indonesia.
Menelusuri Jejak Sejarah dan Alam
Perjalanan dimulai dengan kunjungan ke Candi Prambanan. Di sana, para siswa tidak hanya menikmati kemegahan arsitektur candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut, tetapi juga belajar mengenai legenda Roro Jonggrang serta nilai-nilai toleransi beragama di masa lampau.
Destinasi berlanjut ke Museum Gunung Merapi (MGM). Di museum ini, aspek sains menjadi sorotan utama. Siswa mempelajari mitigasi bencana, proses terjadinya erupsi, serta melihat sisa-sisa peninggalan letusan Merapi yang memberikan gambaran nyata tentang kekuatan alam.
Menanamkan Jiwa Nasionalisme
Pada hari kedua, rombongan menuju Monumen Jogja Kembali (Monjali). Kunjungan ini difokuskan untuk memupuk jiwa patriotisme siswa. Melalui diorama yang disajikan, para siswa mendalami perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan RI, khususnya peristiwa kembalinya ibu kota Yogyakarta ke tangan Indonesia.
Penutupan di Jantung Kota Yogyakarta
Kegiatan ditutup dengan wisata mandiri di kawasan Malioboro. Di sini, siswa diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal dan belajar mengenai ekonomi kreatif serta tata kota Jogja yang ikonik. Momen ini juga dimanfaatkan siswa untuk membeli buah tangan khas sebelum bertolak kembali ke Jombang.
“Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan laboratorium hidup bagi siswa. Kami ingin mereka melihat langsung apa yang selama ini hanya dibaca di buku teks, mulai dari sejarah Candi Prambanan hingga perjuangan di Monjali,” ujar salah satu perwakilan guru pendamping.




