(0321) 888354
info@mtsn5jombang.id
MTsN 5 Jombang Gelar P5PPRA Bertema “Gabud Disik Bang”, Rayakan Budaya dan Tradisi Lokal Jombang
MTsN 5 Jombang Gelar P5PPRA Bertema "Gabud Disik Bang", Rayakan Budaya dan Tradisi Lokal Jombang
Jum, 13 Juni 2025
Penulis : admin
DSC00549

Jombang, 13 Juni 2025 — MTs Negeri 5 Jombang sukses menggelar kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5PPRA) pada tanggal 12–13 Juni 2025. Kegiatan ini mengambil tema unik dan sarat makna, yaitu “Gabud Disik Bang”, singkatan dari Gebyar Budaya dan Tradisi Khas Jombang. Tema tersebut menjadi semangat utama bagi siswa kelas VII dan VIII dalam mengeksplorasi serta menampilkan kekayaan budaya dan tradisi lokal yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Jombang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka di lingkungan madrasah, khususnya dalam membentuk karakter pelajar yang religius, berkebhinekaan global, dan mencintai budaya lokal. Dalam dua hari pelaksanaan, suasana madrasah dipenuhi berbagai warna-warni budaya, kearifan lokal, serta kreasi kuliner tradisional yang tidak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga membentuk rasa bangga terhadap identitas daerahnya.

Kelas VIII Angkat Kearifan Lokal Lewat Seni dan Tradisi

Pada hari pertama, siswa kelas VIII menjadi pusat perhatian dengan menampilkan beragam budaya dan tradisi khas Jombang yang masih dilestarikan hingga kini. Di antaranya adalah:

  • Tingkeban, tradisi doa bersama untuk ibu hamil tujuh bulan yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan rasa syukur kepada Allah SWT.

  • Megengan, tradisi membagikan makanan menjelang bulan Ramadan sebagai simbol berbagi dan persiapan diri secara spiritual.

  • Tahlilan, tradisi doa bersama untuk mendoakan orang yang telah wafat, yang menjadi salah satu bentuk solidaritas sosial dan religius dalam masyarakat.

  • Selain itu, ditampilkan juga budaya lain seperti selametan, bancakan, dan ritual-ritual adat lainnya yang kental dengan nilai gotong royong dan kekeluargaan.

Setiap kelas menampilkan tradisi tersebut dalam bentuk mini pertunjukan, dramatisasi, hingga dokumentasi visual yang disajikan dengan sangat kreatif. Tak hanya sebagai tontonan, pertunjukan ini juga menjadi sarana edukatif bagi siswa lainnya untuk mengenal dan memahami makna di balik tradisi-tradisi yang sering dilakukan di lingkungan mereka sendiri.

Kelas VII Sajikan Kuliner Tradisional dalam Bingkai Budaya

Pada hari kedua, giliran siswa kelas VII yang unjuk gigi dengan menyajikan beragam kuliner tradisional yang biasanya dihidangkan dalam berbagai tradisi tersebut. Stan-stan makanan disulap menjadi area pameran kuliner lokal yang menggoda selera dan memanjakan mata. Beberapa sajian yang menarik perhatian di antaranya:

  • Apem dan jenang abang putih, makanan khas dalam tradisi megengan dan tingkeban,

  • Kue cucur, ketan urap, lemper, dan nasi berkat, yang umum ditemukan dalam tahlilan atau bancakan,

  • Minuman tradisional seperti wedang jahe dan beras kencur juga turut memperkaya variasi sajian.

Siswa tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menyampaikan informasi tentang makna filosofis di balik setiap sajian, proses pembuatannya, serta hubungan eratnya dengan tradisi yang dibawa oleh kelas VIII. Hal ini menunjukkan sinergi antara pemahaman budaya dan praktik langsung, sekaligus mengasah keterampilan komunikasi, kerja sama, dan kreativitas siswa.

Dukungan Penuh dari Guru dan Kepala Madrasah

Kepala MTsN 5 Jombang, Harnoto, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi terhadap kreativitas para siswa serta kerja keras seluruh guru pembimbing. Ia mengatakan:

“Kegiatan P5PPRA ini bukan sekadar proyek pembelajaran, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari pendidikan karakter. Kita ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kebanggaan terhadap budaya daerahnya.”

Beliau juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, madrasah ikut berperan aktif dalam melestarikan budaya lokal, yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa di tengah arus globalisasi dan modernisasi.

Kegiatan Bernilai Edukatif, Kreatif, dan Kolaboratif

Selama kegiatan berlangsung, para siswa juga dinilai dari berbagai aspek, seperti kekompakan kelompok, ketepatan informasi, kreativitas presentasi, serta nilai-nilai yang ditanamkan dalam setiap penampilan. Guru dan wali kelas turut hadir sebagai fasilitator dan juri dalam penilaian tersebut.

Tidak hanya menjadi ajang menampilkan hasil karya, “Gabud Disik Bang” juga menghadirkan diskusi budaya dan sesi tanya jawab, di mana siswa dapat bertukar pikiran tentang pentingnya pelestarian budaya dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi semacam ini memperkaya pemahaman siswa dan menumbuhkan kesadaran bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga harus terus dihidupkan dan diwariskan.

Penutup

Dengan berakhirnya kegiatan P5PPRA ini, seluruh keluarga besar MTsN 5 Jombang berharap semangat cinta budaya dan nilai-nilai lokal yang ditanamkan dalam kegiatan ini akan terus melekat dalam diri para siswa. Tema “Gabud Disik Bang” bukan hanya menjadi simbol kebersamaan dan kemeriahan, tetapi juga menjadi refleksi akan pentingnya menjaga jati diri sebagai pelajar yang berkarakter, berbudaya, dan berakhlak mulia.

Berita

Artikel Lainnya

Perkuat Pendekatan Humanis, MTsN...
JOMBANG, 13 Oktober 2026 — MTsN 5 Jombang menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan...
Sel, 13 Oktober 2026 | 7:09
Gelorakan Semangat Berliterasi Bermakna,...
JOMBANG, 12 Oktober 2026 – Suasana kelas 9-C pada Senin sore (12/10/2026) tampak berbeda dari biasanya. Rona semangat dan keceriaan...
Sen, 12 Oktober 2026 | 5:33
Sosialisasi Menguatkan Budaya Literasi...
Jombang, 21 September 2026 — GIAT BANTAS (Gerakan Baca Tuntas Buku yang Dipinjam) menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan...
Sen, 21 September 2026 | 2:25
Dua Murid MTsN 5...
Jombang, 14 September 2026 - Alhamdulillah, kabar membahagiakan datang dari koordinator kegiatan  Kokurikuler Tahfiz MTsN 5 Jombang. Semangat para siswa...
Kam, 17 September 2026 | 6:39